Support Online
Yance Kiapoli
Yance Kiapoli

Korbid. Pewartaan

   
Hamdani Gunawan
Hamdani Gunawan

Sie KomSos

   
 
Polling
Menurut Anda, seberapa penting keberadaan Website-website Paroki
Sangat Penting
Penting
Penting tidak penting
Tidak terlalu penting

Lihat Hasil
 
Visitor
38.107.191.108

USER ONLINE : 6
TOTAL VISITOR : 26729
 
 
 
Sejarah Paroki

Bapak Uskup Agung Jakarta pada tanggal 28 desember 1991 menempatkan seorang Pastornya di Jatibening, yaitu Romo F.X. Pranataseputra, Pr, terhitung mulai tanggal 01 Januari 1992 dengan tugas 'babat alas' untuk merintis pembangunan Paroki baru di Jatibening disamping tugas pastoral kemahasiswaan lainnya.

Paroki St. Leo Agung adalah pemekaran Paroki St. Anna Duren Sawit dan pada awalnya area tanah calon Gereja St. Leo Agung yang dibeli berlokasi di Jl. Kemangsari 1/74 Jatibening, Kelurahan Jati Kramat, Jatiasih - Bekasi. Namun pada perkembangannyaarea tanah itu digunakan sebagai Rumah Biara Susteran FCJM "Pondok Clara Pfander". Selanjutnya membeli lagi lokasi baru tidak jauh dari Susteran, di Jl. Kemangsari, Jatibening - Jatikramat seluas 7.742 meter persegi.

Sejak itu di Wilayah Jatibening diadakan Perayaan Ekaristi di rumah salah seorang warga di Jl. Gandaria III/58 - Jatibening II setiap 2 minggu sekali yaitu minggu I dan minggu III. Kemudian bergantian diselenggarakan di TK Kenari di Kompleks perumahan yang sama. Upaya perijinan bagi pembangunan Gereja diatas lokasi tanah di Jatibening itu, dengan segala prosedur diikuti, tetapi hasilnya selalu menghadapi jalan buntu.

Selanjutnya tempat Perayaan Ekaristi dipindahkan lagi ke tempat tinggal umat di Jl. Kemang Raya dengan halaman yang luas dan jauh dari jalan raya. Karena lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan, maka makin banyak umat yang hadir dalam setiap perayaan Ekaristi. Namun pada hari Minggu tanggal 4 Juni 1992, saat perayaan Ekaristi tengah berlangsung, terjadilah peristiwa menyedihkan yang sampai saat ini menjadi kenangan buruk bagi seluruh umat paroki, Misa dibubarkan massa.

Dengan rasa kecewa dan sedih perayaan Ekaristi pindah lagi ke tempat semula yaitu di Jl. Gandaria III/58 - Jatibening II. Kegiatan Misa yang dilakukan disana hanya berlangsung hingga September 1992, karena sejak Oktober 1992 umat Katolik Jatibening dan sekitarnya mengadakan ibadah mingguannya dibawah sebuah tenda berukuran 16 x 20 meter dikebun belakang Biara Susteran FCJM, di Jl. Kemangsari I / 74, kelurahan Jatikramat - Kecamatan Jatiasih. Gereja Tenda I ini merupakan cikal bakal berdirinya Gereja Paroki Santo Leo Agung.

Pendirian Paroki

Tanggal 14 Oktober 1992 dengan SK No. 1489/3.25.2/92 terbentuklah Paroki baru Santo Leo Agung. Nama Pelindung Santo Leo Agung dipilih dengan harapan agar umat bisa meneladani semangat dan perjuangan Santo Leo Agung yang hidup penuh semangat, tegar menghadapi segala tantangan namun bijaksana. Pada saat ini Paroki Santo Leo Agung dengan jumlah umat kurang lebih sebanyak 5200 orang dibagi dalam 9 Wilayah dan 33 Lingkungan. Selanjutnya ditempatkan Pastor Yus Noron, Pr untuk membantu Pastor Pranataseputra, Pr yang sudah terlebih dahulu ditugaskan disitu. Selama itu umat tetap bersemangat menjalankan ibadah serta mengupayakan ijin pendirian sebuah Gereja yang diidamkan.

Gereja 'Bedeng'

Pada Desember 1995 bangunan bedeng Serba Guna telah berdiri, bangunan ini disebut juga Gereja Tenda II. Bedeng berukuran 16 x 36 meter kemudian di vermak menjadi Gedung Serba Guna dan diberi nama "Graha Manunggal Bhakti Leo Agung" sehingga bisa digunakan untuk melakukan kegiatan ibadah, Misa Kudus dan kegiatan rohani yang lain.

Pada 18 Agustus 1996 gedung Serba Guna ini telah digunakan untuk upacara penerimaan Sakramen Krisma dan pemberkatan Goa Bunda Maria oleh Uskup Agung Jakarta Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ. Tetapi sayang, bangunan itu hanya bertahan 1 bulan saja, disebabkan terjadinya kerusuhan dan massa membakarnya pada hari Selasa 17 September 1996.

Sejak peristiwa itu kegiatan Misa di gedung Serba Guna terhenti, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Agar tidak berlarut-larut, atas prakarsa dari tokoh-tokoh umat Paroki, dicarilah tempat yang aman untuk melaksanakan Misa Kudus agar umat dapat bersatu kembali.

Melalui pertemuan pengurus Dewan Paroki dengan umat di Wilayah-wilayah, disepakati untuk mencari lahan baru, tanpa meninggalkan lahan calon Gereja lama di Jatibening, lahan baru itu adalah Wisma Leo, untuk kegiatan Sekretariat PMKRI rayon Jakarta Timur yang terletak di Jl. kartika Eka Paksi Jatiwaringin, Kompleks Perumahan Angkatan Darat. Di halaman Wisma Leo inilah kemudian dibangun Gereja Tenda III ukuran 25 x 20 meter.

Awalnya ibadah dilakukan dengan memasang tenda yang disewa setiap kali akan melakukan Misa. Dilanjutkan dengan pembangunan Gereja Tenda III semi permanen yang dimulai sejak Natal tahun 1996 dan Gereja Tenda ini mulai dipakai pada perayaan Paskah 1997.

Dalam perjalanannya pada bulan Juli 1997 Pastor F.X. Pranataseputra, Pr. digantikan oleh Pastor Yohanes Hadi Suryono, Pr. sebagai Pastor Kepala Paroki yang tugasnya mempersatukan kembali umatnya yang tercerai berai. Pada bulan September tahun 2000 Pastor Yohanes hadi Suryono, Pr. diganti oleh Pastor Andreas Suhono Nitiprawira, CSsR. Pada bulan Juli 2002 Pastor Andreas Suhono Nitiprawira, CSsR berhasil mendapatkan Reliqui St. Leo Agung.

Pada tanggal 10 November 2002 Hosti Kudus Ajaib yang tidak terbakar ditempatkan dalam sebuah Monstran khusus oleh pastor Andreas Suhono Nitiprawira, CSsR. Pada tanggal 25 Desember 2002 Pastor Andreas membangun Taman Hening Keluarga Kudus dan Sumber Air TRIADHIKA.

Kini Pastor Bartolomeus Otu Kelen, CSsR sebagai Pastor Kepala Paroki St. Leo Agung dan dibantu Pastor Desius Kaki, CSsR bersama umat Paroki saling bahu membahu dan berjuang demi menghadirkan rumah Tuhan sebagai tempat memuji dan memuliakan nama-Nya. Semoga harapan kita dalam membangun Gedung Gereja sebagai rumah ibadat dapat segera terwujud. Amin

 
Berita
Pelayanan Posyandu

Pelayanan Posyandu Lansia akan dilaksanakan pada hari Minggu 14 Maret 2010 setelah Misa ke 2. Pelayanan meliputi:

pemeriksaan tekanan darah
pemeriksaan gula darah
pemeriksaan asam urat
pemeriksaan kolesterol


bertempat di ruang ibu Theresa.


KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN

Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) Dekenat Bekasi bulan Maret 2010 diselenggarakan pada hari Sabtu & Minggu, 6 & 7 Maret 2010 pukul 08.00 - 16.00 WIB, tempat Gedung Percetakan Galaxy, Jl. Raya Curug No. 26 - Permata Timur. Penyelenggara Paroki St. Leo Agung - Jatiwaringin. Syarat-syarat : mengisi formulir, foto copy surat Baptis (bagi yang beragama Katolik/Kristen), foto copy KTP/SIM, pas photo 3 x 4 = 3 lembar; biaya kursus Rp. 100.000,-/pasang; Rp. 60.000/orang. Pendaftaran langsung ke Paroki penyelenggara / sekretariat Paroki paling lambat satu minggu sebelumnya.


BAPTISAN BAYI / ANAK

Baptisan bayi/anak akan diadakan pada hari Minggu, 14 Maret 2010. Rekoleksi orang tua dan wali baptis diadakan pada hari Minggu 07 Maret 2010 setelah Misa Kedua di Ruang Ibu Theresa. Syarat-syarat : mengisi formulir dengan melampirkan fotocopy akte kelahiran anak/surat kenal lahir, fotocopy surat nikah orang tua. Nama harap ditulis dengan lengkap dan jelas. Umat yang akan membaptiskan putera-puterinya dapat mendaftarkannya melalui Ketua Lingkungan masing-masing.


 
 
Gallery
 
Renungan
Rabu 10 Maret 2010

“Aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya”
(Ul 4:1,5-9; Mat 5:17-19)


Selasa 09 Maret 2010

“Sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?”
(Dan 3:15.34-43; Mat 18:21-35)


 
 
Konsultasi Dengan Pastor
[, ]
 
 
 
Baca Semua Testimonial
 
 
SEKSI KOMUNIKASI SOSIAL
Jl. Manunggal Pratama No. 6 KPAD Jatiwaringin, Jakarta Timur 13620
Telp : 021 - 8629945 Fax : 021 - 8628967
Email : komsos@leoagung.org